Aug 24, 2008

new status ?

for : Luna
Subject : Potongan Malam


Hari ini, ingin rasanya aku meniru Sukab yang berletih-letih memotong senja untuk mengirimkan kepada Alinanya. Tetapi mungkin bukan senja yang akan kukirimkan kepadamu, melainkan sepotong malam yang berhiaskan purnama. Memotong kepingan malam, mencuri purnama hanya untukmu seorang. Aku memotongnya sebesar kartu pos lalu kemudian membungkusnya dengan 767 lapis kain supaya cahaya purnama yang begitu gemilang itu teredupkan lalu memasukkannya dalam amplop coklat sebelum menyegelnya rapat-rapat. hmm..pasti seluruh dunia saat ini sedang bergemuruh, gempar, karena purnama telah menghilang dan langit terpotong sebesar kartu pos. Hilangnya purnama pasti menjadi headline berita dan seluruh umat mengutukuki siapa orang gila yang mencuri purnama. biarkan sajalah... toh saat mentari terbit esok, sebagian dari mereka pasti telah lupa akan hilangnya purnama dan kembali sibuk mengurus dunia mereka. Hari ini kamu adalah duniaku karena itu aku tak peduli betapa 5 milyar manusia sedang sibuk mencaciku, si pencuri purnama, dan mempertanyakan kesehatan akalku. Aku sangat berharap bisa berada disampingmu saat kau menerima potongan malamku. melihatmu melecuti satu persatu lapisan kain sampai lapisan terakhir dan potongan malam itu tersaji tepat di depanmu. Aku ingin memandangi matamu yang -mungkin- terpaku pada potongan malam itu. mungkin binar-binar itu akan muncul, binar-binar yang sama yang mungkin tanpa kau sadari sering diam-diam aku pandangi. kita mungkin akan meletakkan potongan malam itu di langit-langit ruangan dan menikmati purnama itu bersama sambil berbincang tentang apa saja. berbincang lama dan tak kenal waktu karena saat itu waktu membeku. dunia kita hanya aku, kamu, purnama, dan malam. Tapi moralitas menuntut kita untuk tidak egois. biarpun berat, toh akhirnya potongan malam itu harus kita kembalikan ke tempatnya. agar purnama kembali bersinar dan langit tak terpotong sebesar kartu pos lagi. Yah, mari berbagi purnama itu dengan 5 milyar manusia lain walau mungkin tak semua dari mereka sadar akan kehadirannya. hahahha... tiba-tiba terpikir sesuatu, hmm... kau sajalah yang jadi purnamaku..menjadi chandraku... menjadi Lunaku. satu-satunya cahaya saat tirai gelap menyelubungi duniaku. entah sampai kapan kamu akan terus jadi Lunaku,my own...the one and only,but for sure...setiap detiknya akan pantas dikenang.

thanks for the three-bittersweet-months yup luna....!! ^_^

**Terima kasih juga untuk Tuan Seno yang mengenalkan saya pada Sukab**

Hanya 3 menit setelah membaca ini, semua senyum dan tawa palsu yang sejak semalam saya pasang langsung menghilang. saya lalu terhanyut dalam tangis dan kenangan masa lalu. Cuma setahun yang dia perlukan untuk membuat saya menjadi begitu tergantung padanya, membuang ego, bersabar, juga mengalah. perlahan dia mendorong saya meruntuhkan tembok-tembok yang selama ini saya pakai untuk bersembunyi dan lari dari tekanan lingkungan. Tembok yang membuat saya tampak selalu bahagia, hidup tenang tanpa beban, dan tersenyum. Di depan dia, saya membiarkan diri saya menangis, melepas beban yang begitu mengimpit atau sekedar menyalurkan kekesalan yang menumpuk.

4 menit! Ya.. hanya butuh 4 menit saja untuk mengakhiri hubungan yang kami bangun sejak setahun lalu. 4 menit yang diiringi tawa palsu dan suara sok tenang. Gak bisa diandalkan.. gak bisa nyelesaiin masalah sendiri, hidup yang menyedihkan… oh.. AM I THAT BAD???!

Saat ini saya betul-betul butuh alat penghapus memori. Semua janji yang pernah dia ucapkan entah mengapa jadi terus berputar di kepala. DASAR PEMBOHONG!!! Yang paling menyakitkan adalah sebaris kalimat penutup smsnya: “makasih ya za buat 14 bulan ini.. makasih… banget!”. WTF !!!

BENCI……………

SAKIT HATI………..

SEDIH………..

WHY ??????

WHY US ????

2 jam setelah nulis postingan ini di laptop, gw baikan lagi sama dia… hahahha.. ya, akhirnya semua bisa berakhir menyenangkan. Entah kenapa, belakangan kita emang jarang berkomunikasi dengan “benar”. Akhirnya semua uneg-uneg bisa keluar…

Akhirnya semakin paham apa harapan masing-masing..

Akhirnya lega..

Akhirnya semakin dewasa…

Senangnya... ^_^

Aug 21, 2008

semester baru...

huah... akhirnya kuliah lagi!

btw, sekarang blog gw ganti baju lho.. bosen sama telor-telor soalnya.

mm.. kayaknya semester ini banyak yang "baru-baru" di hidup gw! tapi.. yang baru belum tentu nyenengin.. sight..

hmm.. just wait and see..

i'll tell you a very interesting story on the next post.
i can't share it now coz one of two reasons..
everything looks like a dream.. a bad one actually.

ANYBODY... WAKE ME UP PLEASEEEE...

Aug 11, 2008

Fear Factor

Ini foto kucing pertama yang gw ambil seumur hidup gw. Baru kali ini, DALAM KEADAAN SADAR, gw berusaha mendekat ke makhluk berbulu yang katanya lucu ini *buat gw tetep gak lucu sama sekali tapi*. Pas mau berangkat kuliah, tiba-tiba gw ngeliat nih anak kucing nemplok di kusen jendela. Dibelakangnya ada sinar matahari pagi yang bikin gw mikir, “damn.. keren abis. Berasa kayak kucing dari surga. tinggal tambahin halo aja nih..”. Dan mulailah gw moto-moto. Awalnya dari jauh… tapi angle-nya jelek. Gw gak bisa liat ekspresi dia. Hmmf… akhirnya gw nekat deket-deket dia, at least setengah meteran lah. I can’t go further. Atuuut….

Buat orang yang sering bareng gw, khususnya pas makan di warung kaki 5 dimana kucing-kucing jadi preman setempat, pasti tau ribetnya kalo gw udah ngeliat yang namanya makhluk satu ini beredar. Sibuk memata-matai arah gerak si kucing lah *mastiin kalo tuh kucing berada dalam radius lebih dari 1 meter dari gw*, nyari bala bantuan buat ngusir kucing nekat yang memasuki zona-aman-1-meter-gw lah, atau naikin kaki ke bangku *cara paling efektif menurut gw*.

Emang apa sih yang ditakutin?! Kalo ditanya gitu, gw juga gak bisa ngejelasin. Gimana ya… gw juga gak tau secara spesifik apa yang gw takutin dari makhluk satu ini. Biarpun kayaknya nih kucing giginya dicopotin dan kukunya dimeni-pedi (baca: gak bisa nyakar), gw juga pasti tetep takut. Kalo kata ria yang parno sama cicek, “bahkan ngebayangin kalo gw gak takut cicek aja udah bikin gw takut!”. Ketakutan yang amat sangat lebay ini biasa disebut phobia.

Temen gw yola pernah cerita, katanya , menurut seorang psikiater, orang-orang yang punya phobia itu karena mereka ngerasa nyaman saat orang-orang disekitar mereka ngelindungin dari ketakutan itu . Makanya, ketakutan itu gak ilang karena mereka sendiri yang menciptakan ketakutan itu biar mereka dilindungi. Tsaaaah…dalem ya….

Ya.. mungkin bener juga kata si psikiater-ntah-sapa-namanya itu.

Hari ini saya hanya mampu mendekat sejauh 50cm dari makhluk yang belasan tahun ini membuat saya freak-out

dan untuk pertama kalinya saya berani memandang makhluk kecil ini tepat di matanya..

dalam batasan tertentu, dia dan saya sama,kami berdua tengah menikmati hangatnya pagi.

Saat ini saya benar-benar ingin mengelus kucing kecil ini..

Ingin cukup kuat untuk mengalahkan ketakutan ini..

Saat ini, saya bukan butuh Ultraman, Satria Baja Hitam RX, atau Sailor Moon buat ngusir “kucing si musuh jahat” yang menakutkan ini..

Bukan itu..

Saya cuma butuh jemari lembut yang membimbing tangan saya menyentuh bulu-bulu si kucing, lalu seulas senyum yang meyakinkan bahwa “everything’s gonna be alright”

Ya pahlawanku, lari dari ketakutan itu mudah. Yang sulit adalah berdiri tegak dan menghadapinya.


btw, you'll stand by me, wouldn't you?!!


nb: akhirnya foto yang gw posting ini foto yang diambil dari angle yang jauh. foto yang diambil dari deket pada burem. saking ketakutannya, tangan gw jadi gak steady.. huaaah, percuma deh deket-deketnya! trus kenapa juga ini fotonya jadi ada biru-birunya?! aneh deh..