Jan 2, 2011

Saya segenap-genapnya sadar kalau saya bukan orang yang ambisius. Hanya mengalir dan menebal-nebalkan hati menjalani apa yang digariskan. Sejak lulus kuliah, hidup saya jadi terasa gamang. Saya membayangkan mungkin ini perasaan yang sama yang dirasakan Liz Gilbert. I wan't to find my self. menjawab pertanyaan besar yang muncul " Hidup tuh buat apa?"

Buat menikah, beranak, bercucu, bercicict ?
Buat punya mobil berderet-deret ?
Buat punya rumah sebesar istana?
Buat jadi presiden ?
Buat jalan-jalan keliling dunia ?
apa ? apa ?

Ya mungkin iman saya yang tipis. karena mereka bilang, tujuan hidup itu harusnya kehidupan setelahnya. kehidupan yang kekal. Tapi konsep surga neraka itu rasanya hambar sekali. Kenapa jadi seperti pamrih dengan Tuhan sendiri ?!

Saya sempat berpikir untuk mengikuti jejak Mariana. Berkeliling India dan Thailand demi mengisi kekosongan yang terasa. Tapi saya takut. Takut kalau setelah perjalanan selesai perasaan gamang ini masih ada. Dan semua menjadi sia-sia.

Saya bilang : Saya mau bahagia
Pidi bilang juga : Kebahagiaan harus diciptakan, bukan dicari.
Saya : (diam)

Nanti kalau saya sudah ketemu jawaban pertanyaan di awal tadi, saya sambung tulisan ini lagi. Doakan saja tidak lama.

Jan 1, 2011

resolusi -lagi-

jakarta, sambil nonton ekspedisi merah

Selamat tahun baru!
resolusi itu seperti mimpi. yang kalau tidak ditulis, mungkin besok pagi pun terlupa.
saya mau tulis banyak, agar banyak pilihan.
karena toh kita tidak pernah tahu Tuhan mau tulis apa di buku nasib saya.
nomer satu. berenang.
nomer dua. lulus training di kantor dengan nilai terbaik.
ketiga. 10 tulisan di blog tiap bulan.
keempat. ??????

haha. bikin target saja susah.
ya sudahlah 3 saja.
semoga tahun depan tercapai semua.
amin