Apr 12, 2011

n.y.o.n.t.e.k.

Saya gak nyangka, kalau masih harus berurusan dengan masalah contek-menyontek. Saya pikir, yang terpilih disini mereka yang memiliki idealisme dan integritas. Bukannya sudah sering ya disebutkan, perusahaan ini ada dan bisa hidup karena KEPERCAYAAN orang lain. Tetapi kenapa calon-calon pemimpinnya justru orang-orang yang tidak bisa dipercaya begini ?!

Saya gak munafik, terkadang juga saya bertukar jawaban. Itu pun kalau benar-benar sudah mentok dan jumlahnya gak signifikan. Bukannya dari rumah diniatin untuk nyontek aja dikelas dan malam sebelumnya begadang main game. Biasanya saya duduk didepan kalau ujian *karena emang datengnya selalu telat.. jadi yang kosong tinggal di depan. baru tadi saya duduk dibelakang dan takjub saat liat ternyata orang-orang pada buka slide di laptop dan tinggal mindahin ke kertas. duuuuh.... pantesan ya selama ini pada rajin bawa laptop. ternyata oh ternyata...

Alasan klasik utama : kalau nilainya jelek, nanti dapet penempatannya di luar jawa. heeeeeeeiiiiii..... tapi itu bukan legalisasi buat culas kayak gini kan ?! Kenapa kita gak berkompetisi yang FAIR ? Saya ridho dunia akhirat ditempatin di Bau-Bau, Pare-Pare, Toli-Toli, atau tempat manapun di Indonesia ini -yang nyari di peta aja susahnya minta ampun- kalau nilai saya terendah dikelas yang kompetisinya fair. Karena saya tahu, teman saya yang berhasil dapat penempatan di pulau jawa itu mereka yang berusaha jauh lebih keras dari saya.

Di kompetisi yang fair, mereka yang kalah pun masih bisa menegakkan kepala. kalah dengan ksatria. bukan dicurangi. 


2 comments:

  1. selama nama lo gak ada di koran aja, ja :))

    ReplyDelete
  2. hahaha... ya kalau muncul dikoran semoga pas yang baik-baik ya cup. gak kayak mrs. MD yang fenomenal :P

    ReplyDelete