Jun 2, 2011

India... Namaste :)

Disitu ada kemauan, pasti ada jalan. Pepatah lama yang tingkat akurasinya masih boleh dikasih jempol. Apa hubungannya dengan India ? Ah tentu saja ada. kalau gak ada, gak perlu saya tulis jadi kalimat pembuka. halah. Jadi ceritanya saya tergugah (lagi) dengan buku Marina -si 1000 dollar keliling Eropa- yang kedua plus racun dari bukunya Agustinus Wibowo yang Garis Batas. Belum baca ? belum baca ? Silakan menuju toko buku terdekat. Terserah mau beli atau numpang baca ditempat. Eh tapi bukunya rada tebel, jadi kalau mau numpang baca mesti disusun strateginya.
Buku Marina yang kedua, isinya tentang pengalaman spiritual dia waktu traveling ke india 7 minggu. Yup! 7 minggu.. Sebenernya bukunya agak membuat saya linglung. Ya namanya nyeritain pengalaman spiritual ya.. buat yang imannya tipis miripis kayak saya jadi agak susah koneknya. Anyway, saya tetep terlena sama gambaran India, khususnya daerah Kashmir dan Leh yang dia ceritain disana. Kalau pernah nonton film India, pasti tau dong scenery-scnenery andalan yang sering jadi background nari-nari mereka ? padang rumput hijau, danau, gunung dengan pucak bersaljunya.. Nah itu semua ada di Kashmir dan Leh.
Nah, kalau bukunya Agustinus itu racunnya adalah cerita-cerita dia keliling negara tan-tan-tan yang pecahan Uni Soviet tea. Saya suka banget buku dia. Benang merah bukunya adalah garis batas yang memisah manusia. Ras, warna kulit, bahasa, nasionalisme, semua itu batas-batas yang kita ciptakan sendiri. Manusia yang mengkotak-kotakan atau dikotak-kotakan. Contoh nyatanya adalah warga-warga di negara tan-tan-tan tersebut. Negara yang terdengara hanya sayup-sayup. 
Kedua buku itu bener-bener bikin kaki saya gatal buat traveling. Dan karena saya gak  belum punya nyali ke negara stan-stan-stan, makanya saya pilih India. Selain mau ke Kashmir dan Leh, biaya hidup disana juga termasuk murah. Dan satu lagi, saya pengen nonton film India di bioskop, di India. Apa iya katanya kalau orang India asli nonton, suka ikutan joged. hahaha
Hal yang pertama jadi concern saya adalah Visa. Karena bulan depan saya gak tau mau ditempatin dimana, si visa ini harus cepet-cepet diurus. Dan ternyata pas buka website kedubesnya, Taraaaaa..... ternyata sejak Januari 2011 (cmiiw) ke India bisa pakai VOA (Visa On Arrival). Asyiiiiiiiiiiiiiiiiiik.... 
Concern kedua adalah tiket, dan tiba-tiba munculah kalimat sakti di Twitter dari account @airasiaid : "Air Asia Big Fair is Back !" Gokiiiil... mau lompat-lompat gak sih jadinya ?! ini bener-bener pucuk dicinta ulam pun tiba naik ojek super kebut yahud hud hud hud. Pas hari-H big salenya, jadilah saya sikut-sikutan sama ribuan orang yang bernasib sama : pengen jalan-jalan tapi kere. Masuk situsnya jadi susssssaaaaaah banget. Tapi setiap sabar pasti ada ganjarannya. Dan kali ini ganjarannya tiket PP Kuala Lumpur-New Delhi seharga 653 Ringgit saja. Itu udah plus-plus biaya aneh-anehnya (fuel, pajak bandara, asuransi, baggage, etc). Kalau di rupiahin, sekitar Rp 1.800.000an. Harga normalnya biasanya biaya segitu itu untuk sekali jalan aja. Jadi lumayan hemat hampir 50% jadinya. Tiket kuala lumpurnya masih belum dibeli sih.. abisnya saya gak tau penempatan dimana ntar. Itu tiketnya buat Mei 2012. hahaha..  Jadi ntar aja deh belinya, lagian kalau ke kuala lumpur mah sering diskonannya. 
Yang belum saya bikin sekarang itu ittenary mau kemana aja 10 hari di India..hahaha.. *Gimeaaanaaa sih!* Agak bingung juga sebenernya nentuin jalurnya biar bisa irit di waktu perjalanan dan tentu saja irit duit. Ah santai.. masih ada setahun buat planning :D
Ayo mari-mari kalau ada yang mau ke India tgl 2 Mei - 14 mei 2012, yuk barengan... :^_^



No comments:

Post a Comment